Cileunyikidul's Blog

kami hadir untuk tumbuh

SUMBER BARU PUPUK ORGANIK


Selama 6 tahun limbah rumput laut itu menimbun 10 ha lahan di kawasan Pasar Kemis di Tangerang, Banten.

Di sana limbah dari pabrik agar-agar terkemuka itu menggunung hingga ketinggian 6 m. Tanah aslinya yang berupa cadas dengan rumput dan gulma yang hijau bersalin rupa menjadi kelabu. ‘Setiap hari tumpukan limbah terus menebal,’ kata Soerianto Kusnowirjono, pemilik PT Agarindo Bogatama, produsen tepung agar-agar. Namun, sejak 2007 jumlah limbah mulai berkurang. Agarindo mengolah limbah yang menggunung itu menjadi pupuk organik.

Limbah diangkut ke tempat pengolahan lalu dicampur dengan 25% pupuk kandang. Agen hayati berupa mikrob pengurai pun ditambahkan untuk mempercepat penguraian limbah menjadi hara yang siap diserap tanaman. Kini pupuk organik limbah rumput laut itu menyebar ke berbagai daerah di tanahair seperti Bogor (Jawa Barat), Pemalang (Jawa Tengah), Makassar (Sulawesi Selatan), Jambi, Medan (Sumatera Utrara), dan Padang (Sumatera Barat).
artikel ini diambil dari trubus online : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5101:sumber-baru-pupuk-organik&catid=83:fokus&Itemid=460

Dari kersen

Batang-batang pohon kersen Muntingia calabura yang tumbuh di permukaan limbah rumput laut jadi titik balik cerita. ‘Melihat itu saya menduga limbah bisa dimanfaatkan sebagai media tanam dan sumber nutrisi organik,’ kata Soerianto.

Soerianto menanam aneka jenis sayuran dan buah-buahan di permukaan limbah. Contohnya caisim dan putsa. Ternyata kedua tanaman itu tumbuh subur. ‘Daun caisim lebar dan warnanya hijau cerah,’ kata Soerianto. Putsa pun mampu berbuah jumbo hingga berdiameter 7 – 8 cm. Lazimnya buah putsa paling pol hanya berdiameter 3 – 4 cm. Bukti itulah yang mendorong Agarindo mengolah limbah menjadi pupuk organik.

Kini pupuk itu digunakan oleh Edi Sebayang sebagai campuran media tanam aglaonema dan sansevieria. Sebelum digunakan, campuran media tanam itu difermentasi selama 2 pekan. ‘Selain memicu pertumbuhan tanaman, limbah rumput laut dapat mencerahkan warna daun,’ kata kolektor tanaman hias di Tangerang, Provinsi Banten, itu.

Riset Dr Rachmaniar Rachmat, peneliti utama Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LI PI), menjelaskan fakta itu. Hasil risetnya menunjukkan rumput laut kaya hara. Ia mengandung mineral seperti besi (Fe), iodin (I), aluminum (Al), mangan (Mn), kalsium (Ca), nitrogen (N), fosfor (P), sulfur (S), chlor (Cl), silicon (Si), rubidium (Rb), strontium (Sr), barium (Ba), titanium (Ti), kobalt (Co), boron (B), tembaga (Cu), dan kalium (K). Bahkan, ia juga kaya protein, tepung, gula, serta vitamin A, C, dan D.

Menurut Dr Ir Tualar Simarmata MS, ahli biologi dan bioteknologi tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, manfaat pupuk rumput laut akan lebih baik setelah dicampur bahan organik dari darat. Pasalnya, asam humat rumput laut lebih rendah ketimbang bahan organik dari darat. Asam humat berasal dari lignin dan selulosa yang banyak diperoleh di hijauan. ‘Pada rumput laut, kedua bahan serat itu lebih sedikit,’ katanya. Asam humat berperan meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK ) tanah untuk menahan unsur hara. ‘Rumput laut memperkaya kandungan mineral media,’ ujar Tualar.

Mancanegara

Di mancanegara, Inggris lebih dulu memanfaatkan rumput laut sebagai pupuk sejak 16 tahun silam. ‘Di sana alga diekstrak agar vitamin, asam amino, karbohidrat, enzim, dan asam algin lebih mudah diserap oleh tanaman,’ kata Ir Achmad Santosa, marketing manager PT Kalatham, importir pupuk berbahan ekstrak alga di Jakarta. Kini produk berbahan rumput laut itu juga sudah banyak dijumpai di tanahair.

Sementara Australia mengolah ikan tuna. ‘Tuna segar diolah melalui proses enzimatis pada suhu rendah sehingga kandungan hara, hormon, asam amino, vitamin, mineral, dan enzim tetap terjaga, stabil, dan lebih mudah diserap tanaman,’ kata Ratih Kusumaningtyas, product specialist PT Utomo Utomo, importir pupuk berbahan tuna segar di Jakarta.

Pupuk berbahan ikan laut itu banyak digunakan petani di Filipina dan Malaysia. Di tanahair, Mundasir, pekebun cabai di Magelang, Jawa Tengah, merasakan manfaatnya. Di saat para pekebun mengeluhkan panen cabai yang mundur akibat serangan penyakit dan cuaca buruk, ia mampu memanen cabai 5 hari lebih awal ketimbang pekebun lain.

Menurut Tualar pupuk berbahan ikan laut memiliki kelebihan karena mengandung asam amino tinggi. Asam amino menjadi sumber energi bagi mikroorganisme tanah yang menguntungkan sehingga memacu perkembangan mikroorganisme. Aktivitas mikroorganisme di dalam tanah menghasilkan hormon pertumbuhan seperti auksin, sitokinin, dan giberelin.

Pantas pupuk berbahan baku limbah pengolahan rumput dan ikan laut menjadi terobosan baru bahan baku alternatif pupuk organik. Selama ini pupuk organik hanya mengandalkan bahan baku kotoran hewan dan dedaunan yang jumlahnya terbatas. ‘Padahal, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi laut yang sangat luas. Nah, hasil samping industri perikanan dan kelautan itu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk,’ ujar Tualar. (Imam Wiguna/Pelaput: Tri Susanti)

Diamater buah putsa bisa mencapai 7 – 8 cm, lazimnya 3 – 4 cm

Pupuk dari limbah rumput laut kaya mineral

Caisim tumbuh subur saat ditanam di permukaan limbah rumput laut

Pupuk organik berbahan rumput laut dan ikan laut

kini mulai marak digunakan petani di tanahair

Foto-foto: Koleksi PT Agarindo Bogatama dan Tri Susanti

2011/03/29 - Posted by | Uncategorized |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: